Rinduku Terbit Lebih Pagi Dari Matahari

Setiap hari, rinduku terbit lebih pagi dari matahari.

Ia selalu berhasil menyeretku keluar dari mimpi,

Dan memaksaku untuk jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali.

Bahkan pada bayanganmu yang samar, yang bisa saja kubiarkan untuk tetap tumbuh jika aku tidak takut menjadi gila karena berhalusinasi.

 

Setiap hari, rinduku terbit lebih pagi dari matahari.

Rindu yang selalu bereplikasi seperti protozoa yang membelah diri.

Rindu yang tumbuh dari bilur-bilur suaramu yang halus di telingaku.

Rindu yang membunuhku di detik pertama sambungan teleponmu terputus.

 

Setiap hari, rinduku terbit lebih pagi dari matahari.

Dan kini ia berserakan

tergeletak tanpa daya bersama keheningan cangkir teh yang sendirian.

Asapnya mengepul, melayang dihembus angin

memanggilmu pulang.

***

 

Moru – Alor – NTT

Oktober 2nd 2012

  1. kren nih.. mas/mbak.. teruskan bakat anda.. (y)😀

    • terima kasih banyak, Mas Ibnu. Masih harus banyak belajar nih ^^
      terima kasih sudah mampir yaaa \o/

      • sama-sama mbak.. jgn lupa mampir ke blogku ya..

      • iyaaah. Kemarin sinyal sinyalan, jadi baru bisa rapih2 lagi nih ^^

      • heheheheh
        siipp.. lanjutkan karya anda..😀

  2. bagus sekali. pesannya tersampaikan dengan baik.

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: