Menjual Sampah

Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati

***

“Sudah lihat berita tentang sengketa Camar Bulan?”

Pria berjas hitam yang ditanya melirik sekilas. Mengepulkan asap rokok dan mengangguk ringan, “Kenapa?”

“Rakyat resah. Mereka mengganas.”

Pria berjas hitam hanya tersenyum sinis dan mengisi lagi gelas anggurnya yang kosong.

“Aku cemas jika masyarakat tahu kitalah yang membantu negeri tetangga untuk bisa invasi diam-diam ke Camar Bulan.”

Pria berjas hitam menyesap habis anggur di gelasnya, “Semua bisa diatur dengan uang. Kita hanya membantu masyarakat di sana bisa makan lebih layak. Dan keluarga kita bisa hidup lebih bahagia. Lagipula, di tangan pemerintah kita, Camar Bulan hanya jadi onggokan sampah, bukan?”

Kini Ibu sedang lara

Merintih dan berdoa

***

Moru – Alor – NTT

November 13th 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: