Menghangatkan Cinta

Hari ini aku bangun lebih pagi. Aku memasak menu favorit suamiku. Tumis kangkung, pepes tongkol, dan sambal. Kubersihkan guci di ruang tengah. Kubenahi kancing-kancing kemeja yang terlepas.

Saat menyiapkan air panas untuk mandi pagi suamiku, perlahan air mataku jatuh. Dadaku sesak mengingat kalimat suamiku semalam, “Aku menginginkan cinta yang membara seperti dulu. Sebelum kamu sibuk dengan pekerjaan yang menyita waktu.”

Aku mengambil tas berisi pakaian dan menjelajahi wajah suamiku yang masih tertidur. Damai sekali. Seolah lupa semalam ia pulang dalam keadaan mabuk dan menyedihkan.

Kulangkahkan kaki menjauhi rumah ini, “Suamiku, aku telah memenuhi janji, tetap menyalakan kompor untuk menghangatkan cinta yang membeku sejak kulihat kamu bercinta dengan tetangga kita yang baru.”

***

Moru – Alor – NTT

November 9th 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: