Rindu Dari Balik Jendela

Aku duduk di samping jendela ruang depan rumah dinas. Tertawa geli meihat anak-anak kecil yang kakinya tak beralas, berkejaran dengan anjing betina yang gendut perutnya. Konon, anjing betina yang akan beranak adalah anjing paling galak. Anak-anak nakal tadi melempari si anjing dengan batu, lalu lari terbirit-birit sambil tertawa saat si anjing mulai marah.

Langit memerah. Adzan Maghrib berkumandang.

Aku mengalihkan pandang dari jendela. Gelas berisi teh sudah kehilangan kepulan asapnya. Tapi ujung jariku masih bisa merasakan hangatnya. Hangat itu menyusup hingga jantungku. Aku teringat masa kecilku yang selalu pulang dengan menangis. Telingaku dijewer Bapak karena bermain sampai Maghrib dan tidak pergi mengaji.

Mataku memanas. Sesak di dadaku mengganas.

Bapak.

Aku rindu.

***

Moru – Alor – NTT

November 7th 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: