Cangkir Istimewa

Bowo menyukai cangkir itu. Cangkir pemberian Lasmi. Padahal harganya hanya sepuluh ribu. Ia menebaknya dari sebuah toko serba lima ribu yang ternyata berlaku harga kelipatan.

Bowo menyayangi cangkir itu. Ia tidak membiarkan siapapun menyentuh cangkir kesayangannya. Bahkan ia tidak pernah mengeluarkan cangkir itu dari kamarnya. Kopi, susu, teh, sirup, soda bahkan air putih. Semua minuman dituangnya ke dalam cangkir, dan meminumnya dari sana.

Sore ini berlalu biasa saja. Tapi bagi Bowo, sore ini istimewa. Ia tersenyum dan menyesap kopi hitam dari cangkir kesayangannya. Matanya terpejam, menikmati sensasi di bibirnya yang selama ini hanya dirasakannya dalam mimpi basah.

Sore ini, Bowo berhasil membawa pulang bibir ranum Lasmi yang dikulumnya tadi siang.

***

Moru – Alor – NTT

November 7th 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: