I (Really Don’t) Like Monday

Musim penghujan hadir tanpa pesan

Bawa kenangan lama telah menghilang

“Maaf semalam aku langsung pergi.”

“Nggak masalah. Aku bisa ngerti. Kamu perlu jelasin tentang kita ke mantan kamu kan…”

Saat yang indah dikau di pelukan

Setiap nafasmu adalah milikku


“Sekarang lagi sibuk nggak?”

“Ya gitu deh. Senin. Tapi aku seneng banget kamu nyamperin gini hehehe…”

“Ke kantin yuk. Bentar.”

Surya terpancar dari wajah kita


“Sepuluh menit lagi ya. Tanggung. Ngeprintnya tinggal dikit lagi.”

“Ya udah. Kayanya yang lain udah pada ke kantin. Ngomong di kubikelmu ini aja kalo gitu.”

Bagai menghalau,

mendung hitam tiba


“Ehm… Ada apa sih? Kok wajahmu tegang gitu. Ada masalah, Gas?”

“Sebelumnya aku minta maaf…”

Sekejap badai datang

mengoyak kedamaian


“Aku mau putus.”

Segala musnah


“A… Apa?”

“Din, jangan minta aku ngulangin kata-kata tadi. Aku nggak bisa sama kamu lagi. Dan kamu nggak akan menerima aku seperti dulu.”

“Kamu sengaja bilang ini di kantor biar aku nggak bisa nangis dan marah-marah sama kamu?”

“Tolong pahami. Situasiku juga sulit.”

Lalu gerimis

Langit pun menangis


“Kenapa, Gas? Kamu tergoda balikan lagi sama mantanmu?”

“Dia hamil. Dia mengandung anakku.”

Kekasih andai saja kau mengerti

harusnya kita mampu lewati itu semua

dan bukan menyerah untuk berpisah

***

[*Kla Project – Gerimis]

Moru – Alor – NTT

October 29th 2012

  1. nice post

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: