Hari Listrik Nasional

Listrik.

Komponen yang sangat-sangat-sangat dibutuhkan dalam perkembangan peradaban manusia. Tidak bermaksud melupakan elemen lainnya, tetapi listrik memang harus ada demi kemaslahatan umat.

Saya teringat ketika datang ke Alor dan ditempatkan di sebuah daerah di Pulau Pantar bernama Kabir. Fasilitas listrik bisa dinikmati selama 12 jam per hari, dari jam 18.00 – 06.00 WITA. Ada tambahan durasi pada hari Jumat dan Minggu, dari jam 09.00 – 13.00 WITA dikarenakan adanya aktivitas sholat Jumat dan kegiatan gereja. Dengan jadwal hidup listrik yang demikian, secara otomatis tubuh saya bereaksi menjadi manusia yang lebih hidup di malam hari. Nonton, ngetik, atau sekedar merapikan folder-folder musik dan dokumen yang betebaran. Otak saya memicu diri sendiri untuk memanfaatkan listrik sepuasnya di malam hari, sebelum esok hari listrik itu tiada.

Pernah satu saat, listrik yang telah dinantikan selama 12 jam itu tidak kunjung datang. Saya cemas bukan kepalang. Ponsel sudah tidak dapat lagi bertahan. Laptop pun tak mampu lagi dinyalakan. Rupa-rupanya, pos PLN wilayah Kabir mengalami kerusakan. Ada komponen yang terbakar dan harus dibeli di Kupang. Hari itu adalah hari Jumat. Hari sabtu besok adalah jadwal kapal terakhir menuju Pulau Alor. Dan kapal ke Kabir kembali beroperasi pada hari senin. Bisa dibayangkan betapa sepi dan gelapnya malam-malam itu tanpa listrik. Jangan lagi menghujat sinyal. Semua itu tidak berarti tanpa listrik yang memberi nyawa pada ponsel anda.

Tiba-tiba saya teringat pada nasib vaksin di puskesmas. Alamakjang. Saya baru tahu bahwa generator di puskesmas ini tidak diketahui keberadaannya sejak sekian lama. Lalu bagaimanakah kualitas vaksin-vaksin itu? Bagaimana jadinya jika vaksin-vaksin itu telah masuk ke tubuh anak-anak Kabir dan sekitarnya? Ah… ternyata urusan kesehatan tidak sesederhana mengirim dokter PTT ke daerah terpencil dan sangat terpencil. Keberadaan listrik punya andil yang sangat-sangat-sangat besar dalam memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang baik. Dan keterbatasan listrik di Alor tidak hanya dirasakan warga Kabir. Banyak desa yang lebih buruk lagi, mungkin hanya mendapat listrik empat jam sehari, bahkan tidak sama sekali.

Sejenak saya mengingat betapa hingar bingarnya kehidupan di pulau Jawa. Di malam hari, kehidupan tidak pernah mati karena cahaya betebaran di mana-mana. Malam tidak lagi gelap karena lampu yang berwarna-warni. Daya listriknya mampu menghidupkan seluruh pulau Jawa yang tak pernah tidur. Acara-acara besar dan spektakuler selalu menggunakan efek pencahayaan dan teknologi canggih, dengan menggunakan listrik yang seharusnya bisa menyalakan seluruh Pulau Alor. Arus informasi berlalu lalang begitu cepat dengan adanya televisi dan internet yang memadai. Tidak ada kekhawatiran terhadap kualitas vaksin yang dipengaruhi keberadaan listrik. Pelayanan kesehatan tidak terhambat oleh kendala minimnya penerangan saat harus melakukan tindakan medis yang butuh konsentrasi di malam hari. Laporan-laporan program kerja dari Pemerintah tidak akan dibuat seadanya karena listrik yang terbatas dalam mengerjakan begitu banyak dokumen. Dan pasti jarang ada pasangan insecure karena kekasihnya tidak dapat dihubungi dengan alasan ponsel mati (ya kali…)

Seharusnya, manusia yang berkeliaran di Jawa bisa mensyukuri keberadaan listrik yang jarang padam. Redam umpatan terhadap pemadaman bergilir. Karena itu adalah salah satu program  nasional dalam menghemat energi. Bayangkan wilayah Timur yang sama sekali tidak mendapat energi listrik. Bayangkan betapa bahagianya masyarakat yang telah terbiasa dengan gelap ini bisa mencicipi terang lebih lama dari yang bisa mereka nikmati sehari-hari.

Sekarang, saya sudah pindah tugas ke wilayah Moru dengan listrik 24 jam. Saya sangat bersyukur, meski faktanya listrik sering padam juga, terutama di musim hujan. Tapi setidaknya, hari-hari saya tidak galau karena alat komunikasi yang tidak bisa dihubungi gegara ketiadaan listrik. Kegalauan saya berpindah pada sinyal yang tidak mendukung komunikasi dengan keluarga di rumah. Ah, manusia memang tidak pernah puas ^^

***

Kalabahi – Alor – NTT

October 27th 2012 ~ Selamat Hari Listrik Nasional

Ah… Dan Selamat Hari Blogger Nasional ya o/

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: