Kadang Cinta…

Kadang cinta tak kenal rambu. Sudah jelas ada tanda S coret, tetap saja ia berhenti menambatkan hati.

Kadang cinta buta warna. Sudah jelas lampu merah menyala, ia tetap melesat bagai di pacuan kuda.

Kadang cinta itu tuna rungu. Peluit sudah ditiup hingga habis napas di paru, tetap saja ia berlalu bak orang dungu.

Hati itu bebas. Begitu juga cinta.

Tapi hati yang mencintai tanpa rambu, buta warna dan tuna rungu, maka suatu saat ia akan lebur bersama jalan yang berdebu.

Kalabahi – Alor – NTT

6 Oktober 2012

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: