Your Skin Is Fine

Ndak perlu minder kalo temen-temen lain putih atau kuning langsat. Karena memiliki kulit kecoklatan itu bukan aib. [Ibu]

Di suatu pagi yang cerah, anak-anak murid kelas 3-A di sebuah SMP sedang beristirahat setelah kegiatan lari pagi yang cukup melelahkan. Saya sedang duduk di lapangan basket bersama teman-teman lainnya. Sesekali merebahkan tubuh dan menempelkan punggung di lantai plester yang sama sekali tidak mendinginkan. Tiba-tiba saya mendengar, guru saya memanggil. Serta merta saya bengkit dan menghampiri beliau. Entah harus bagaimana harus bereaksi ketika Pak Guru itu bertanya, “Jadi perempuan kok item banget sih, Nin?”

Entah bagaimana wajah saya saat itu. Yang saya ingat hanya tawa yang pecah dan tidak bisa ditahan. Sambil meminta maaf atas reaksi saya yang mungkin dianggap tidak sopan, saya menjawab, “Ndak tau ya, Pak. Belum saya tanyain ke Tuhan. Ahahaha…” Sekilas saya melirik teman-teman perempuan yang kebetulan mendengar percakapan ini. Beberapa dari mereka tidak bisa menahan ekspresi geli dan takjub. Dan dalam hati saya berujar, “Suatu saat, kalo saya udah nemu jawabannya saya kasih tau deh, Pak.” #RunRunSmall

Tapi nyatanya, saya tidak pernah sibuk bertanya pada Tuhan tentang mengapa warna kulit saya bisa segelap ini. Buat apa? Banyak hal lain yang perlu saya minta, selain sekedar mengubah warna kulit atau rambut kribo jadi lurus [jujur, ketika SD saya pernah meminta agar rambut saya lurus seperti bintang iklan shampo].

Sejak kecil, pernyataan dan pertanyaan tentang betapa gelapnya kulit saya sudah tidak bisa dihitung banyaknya. Tapi orang tua saya tidak pernah repot-repot menjelaskan mengapa seperti itu, atau bagaimana menghadapinya. Terima saja. Bapak pernah bilang, “Lihat dong, kalo Bapakmu ndak item gini, Ibumu mana mau sama Bapak?” Atau Ibu yang dengan setengah bercanda berkata, “Buat apa didengerin orang-orang yang ngeributin warna kulit kita. Toh kita makan ndak minta duit sama mereka.” Well said, Mom.

Tidak dipungkiri, stigma masyarakat bahwa ‘cantik itu putih’ pernah mengganggu saya. Apalagi berbagai iklan produk kecantikan yang bisa memutihkan kulit dalam waktu sekian hari berlalu lalang di media massa. Ya, namanya perempuan, tetap banci dibilang ‘cantik’ [ahahahaks…]. Tapi lagi-lagi, semua itu menjadi tidak penting ketika saya menyadari begitu banyak yang harus disyukuri selain mempermasalahkan warna kulit.

Bagi siapa saja yang masih merasa bahwa memiliki warna kulit gelap adalah ketidakadilan, mari kita ingat kembali, bahwa kodok dengan kulit cerah dan mengagumkan sesungguhnya beracun [analogi yang sangat ‘MENCERAHKAN’ bwahahaha]. Abaikan saja pikiran-pikiran bahwa kulit gelap adalah kekurangan seseorang. It’s just cover. Hidup terlalu singkat untuk meributkan tentang warna kulit yang gelap. Yang perlu kita lakukan adalah merawatnya. Rajin luluran bukan berarti usaha memutihkan sampul luar kita, hanya salah satu cara untuk menjaga apa yang telah Tuhan berikan sebagai rasa syukur atas berkah hidup kita.

Di sini saya tidak akan berkoar-koar tentang, “Yang penting hatinya putih”. Ah itu urusan pribadi. Tidak perlu pengakuan dari orang lain bahwa kita bersifat demikian. Tunjukkan saja [eciyeee~…] Pada intinya, everybody’s flawed. And flawless is just a Pond’s product for promotion. Whiteboard hanyalah putih tak bermakna tanpa blackmarker. And your skin is fine. At least if you think it is😉

***

Postingan Tumblr ini saya buat setahun yang lalu, dan saya edit di hari ini (4 November 2012), dengan perasaan sedikit waspada terhadap kulit yang semakin menghitam karena matahari Alor [nah lo?!]. 

  1. No trackbacks yet.

Saya sangat menerima kritik, saran dan kasih sayang

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: